Me and You
CHAPTER 4
CHAPTER 4
“Kamu….”
Syaqln dan orang itu saling menunjuk dengan rasa kaget
“Kau Syaqln
kan?” Tanya orang itu
“Iya, kau….
Ririn”
“Iya…. Ini
aku Syaqln. Kyaaa aku merindukanmu!!!” teriak Ririn
“Hehhh,
tetap saja kau seperti dulu selalu saja berisik” Kata Syaqln
“Aishhh, kau
ini. Kau anak baru ya disini, aku baru melihatmu?” Tanya Ririn
“Hmm” Gumam
Syaqln sambil menganggukkan kepalanya
“Oooo,
kelasmu diman? Kalau aku di kelas IPS-2”
“Aku di IPA-1”
“Aku di IPA-1”
“Wahhhh,
jadi kau ingin meneruskan cita-citamu menjadi dokter?”
“Hmmm”
“Cihhh, kau
ini sifatmu terlalu dingin”
“Hmmm, ya
sudah aku ke kelas dulu”
“Iya, Daaaa”
Syaqln melanjutkan perjalanan ke kelas dengan
tergesa-gesa.
Srekk!!
Pintu kelas
terbuka dan Syaqln terus ke tempat duduknya dan dia terus membaca buku novel
yang dia bawa kesekolah.
Brakk!!
“Hei
perempuan!!” Jerkah seorang perempuan
Syaqln tidak
menjawab jerkahan perempuan itu tapi dia hanya meliriknya
“Hei, kau
mendengarkanku apa tidak sih?” lagi-lagi perempuan menjerit
“Apa sih kau
ini berisik sekali” Kata Syaqln dengan dingin
“Kau ini
anak baru sudah berani dekatin Rei ku, dasar perempuan tidak tau malu” bentak
perempuan itu
“Kau ini
bisa tidak sih jangan menjerit-jerit disampingku. Emangnya kenapa kalau aku
dekatin Rei HA!. Dan hei kau bilang Rei itu punya mu, jangan mimpi Rei itu
punyaku” jawab Syaqln dengan sinis
“Kauuuu”
perempuan itu sepertinya marah dengan perkataan Syaqln
“Hei-hei,
Nada sudah cukup jangan bertengkar di kelasku” kata Alfian yang ikut campur
dalam urusan ini.
“Kau tidak
usah ikut campur Alfian, ini bukan masalahmu” kata Nada
“Yaaaa, ini
memang bukan masalahku tapi aku tidak mau ada keributan di kelasku” kata Alfian
“Kalau
begitu, kau bilang ke perempuan tidak tau malu sepertinya supaya jangan
mendekati Rei. Awas kau kalau kau berani mendekati Rei” Kata Nada dan
dia terus pergi dari kelas itu.
“Cihh, kau fikir aku takut” jawab Syaqln
“Sudahlah kau jangan cari masalah dengan Nada, dia bisa
melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Jadi jauhi Rei, kalau kau tidak ingin
berurusan dengan dia” Kata Alfian
“Kau fikir
aku peduli dengan dia” Kata Syaqln dengan sinis
“Hei kau ini
aku sudah membantumu setidaknya bilang terima kasih nah kau malah sinis seperti
itu” Kata Alfian
“Sayangnya
aku tidak minta bantuanmu”
“Hei kau
ini, anak baru tapi udah sombong gitu”
“Sudahlah
Alfian, jangan buat keributan disini” Kata Rifki
“Tapi dia
ini aku sudah membantunya tapi dia tidak menghargai bantuanku”
“Kau fikir
aku meminta bantuanmu” Kata Syaqln
“Kauuuuu”
“Sudah cukup
Alfian, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Dan kalian berdua kembali ke
tempat duduk kalian” Rendy yang sedari tadi melihat pertengkaran sahabatnya
dengan Syaqln akhirnya turun tangan untuk menghentikan perdebatan itu.
“Baik” Kata
mereka berdua
“Syaqln,
maafkan temanku apalagi Alfian sifatnya memang seperti itu” Kata Rendy
“Hm”
“Dan juga maaf dengan kelakuan Nada tadi denganmu Karena
dia belum tau siapa dirimu”
“Hm”
“Ya sudah
aku ke tempatku dulu”
“Hm”
Setelah
perbincangan yang singkat itu selesai guru yang mengajar mereka telah tiba dan
mereka melakukan pembelajaran.
Kring!!!
“Ya baiklah
pelajaran hari ini cukup sampai disini. Selamat siang dan terima kasih” Ucap
guru itu.
“Yeayyyy”
semuanya bersorak karena akhirnya pelajaran ini selesai juga
Sang tokoh
utama kita memilih duduk dibangkunya dan malah membaca novel.
“Hei Syaqln
kau tidak ingin istirahat” Tawar Rendy
“Tidak”
“Ya sudah aku pergi dulu”
Setelah itu
Rendy gabung dengan teman-temannya….
“Hei Ren kau
sepertinya dekat sekali dengan anak baru itu. Emangnya kalian punya hubungan
apa?” Tanya Alfian
“Itu tidak
penting buat kalian”
“Hei kau
iniiiii”
“Sudahlah Al
itu kan privasinya Rendy kita tidak boleh ikut campur” Kata Azfi
“Iya itu
benar. Dan kau Alfian terlalu berisik” Kata Ilham
Disaat
mereka sedang bertengkar ada seseorang laki-laki yang mendekati Syaqln.
“Hai Syaqln,
lama tidak bertemu” Sapa laki-laki itu
“Hm”
“Aishhh, kau
ini sifatmu terlalu dingin. Bisakah kau mengurangi tingkat kedinginanmu itu?”
“Berisik
sekali kau”
“Wahhhh, kau
kejam terhadap temanmu ini”
“Aku tidak
peduli”
Sedangkan
disisi lain
“Hei lihat
anak baru itu dia tidak tau malu ya, sudah mendekati Rei sekarang malah
mendekati Hilman” Ucap seorang perempuan
“Iya benar
dia tidak tau malu, bisa-bisanya dia mendekati laki-laki yang termasuk jajaran
Prince School” ucap satu lagiperempuan
“Hem, aku
setuju denganmu”
Srek!!!
“Kyaaaaa,
itu Rei”
“Rei,
jadilah kekasihku…”
“Rei,
terimalah cintaku” dan masih banyak lagi pernyataan perasaan para gadis itu ke
Rei.
“Maaf, aku
sedang mencari Syaqln” Kata Rei
“Ada apa kau mencariku Rei?” tanya Syaqln
“Ayo kita
kekantin” ajak Rei
“Hm,ayo”
“Eh, ada
Hilaman ngapain kamu kesini?” Tanya Rei
“Ooooo, aku
sedang ingin bertemu Syaqln”
“Kalau
begitu ayo ikut kami kekantin sekalian biar rame” Ajak Rei
“ok”
TBC
Komentar
Posting Komentar